Aku masih saja hayut dalam ingatan, jiwaku kembali damai dan tenang. Untuk sebuah kasih yang tak ternilai ku korban kebaikan. Saat dimana aku sendiri saat dimana aku merindukan surga kehidupan, seperti gelapnya saat lampu padam itu rasa menakutkan. Untuk sebuah harapan aku memilih diam dan tidak menapakkannya demi senyuman bahagian yg akan datang.
Jam dapat berganti hari semakin terasa semakin menghilang aku tak tau harus berbuat apa! Ku hadapi senyuman dengan penuh ketakutan. LALU aku bertanya, bisakah kita merai surga kehidupan itu??? Lalu mengapa??? Aaahs.... aku tak mampu bersuara untuk memulainya. Aku hanya bisa diam diam dan diam bersama waktu yang tak seorang pun tau. Tuhan kau tau yang baik untuk-ku dalam sujudku aku melihat cahaya surga kehidupan, dalam mimpiku aku masih sj melihat surga kehidupan. Apakah aku bersabar??? Atau bisakah aku menulisnya disini?? Untuk itu aku memilih diam krn tanyaku tak seorangpun bisa menjawabnya.
untuk sebuah doa bertemu takdir.

